Lembaga Dakwah Kampus Al-Intisyar UIKA
Menyerukan al-islam Demi Allah Semata
Al-Qur’an dan as-Sunnah Menjadi panduan
Berfikir dan Bergerak Tuntaskan Perubahan
Ayyuhal Ikhwah Fillah Jalinkan Ukhuwah
Sabar dan Istiqomah Meniti Jalan Dakwah
Kuatkanlah Barisan Jangan Berpecah Belah
Kuntum Khoiru Ummah
(Mars LDK Al-Intisyar)
Keberadaan kita di LDK Al-Intisyar UIKA Bogor merupakan bagian dari keikutsertaan kita dalam mengusung kembali peradaban Islam. Peradaban yang akan membawa umat pada keamanan, ketenteraman, kebahagiaan, keadilan, dan kesejahteraan. Secara mikro kita bergerak di kampus, sehingga harus terus-menerus diupayakan suatu amal yang realistis dalam mendukung terwujudnya kampus yang berperadaban. Ini kerja besar wahai saudaraku !!! Kerja Besar Untuk Perubahan Besar. Kerja besar yang akan mendatangkan profit yang luar biasa kepada mereka yang turut serta di dalam nya. Lalu, dari mana kita harus memulainya ?
Dalam konteks ke LDK-an, kita akan mulai terlebih dahulu membangun SDM yang ada di dalamnya. SDM yang walaupun sedikit tapi berkualitas. Untuk mewujudkannya perlu adanya dukungan dari orang-orang yang ada di dalam nya (Pengurus, kader, dan alumni) dengan merealisasikan hal-hal berikut ini:
Meningkatkan Ruhiyah dengan:
Sholat berjamaa’ah di masjid minimal sholat Shubuh.
Qiyamullail minimal seminggu tiga kali
Banyak tilawah al-Qur’an minimal satu hari 4 halaman al-Qur’an
Men dawam kan Istigfar dan shalawat
Shaum Sunnah senin kamis minimal satu bulan sekali
Men dawamkan Sholat Dhuha
Banyak berdo’a untuk kebaikan dirinya dan orang lain
Meningkatkan Jasadiyah dengan:
Membiasakan olahraga minimal satu minggu sekali
Membiasakan diri untuk menjauhi rokok dan kopi serta mendukung terwujudnya kampus yang bebas rokok
Membiasakan mandi dua kali sehari
Makan yang teratur serta bergizi
Mengikuti program bela diri atau melatih secara mandiri kemampuan bela diri.
Meningkatkan Fikriyah dengan:
Membaca buku ( satu bulan satu buku minimal)
Mengikuti program pembinaan wajib mingguan (Liqo, Halaqoh, Mentoring, TN/TR)
Rajin berdiskusi
Mengikuti seminar, training, work shop, dan lain sebagainya.
Membiasakan diri untuk menulis suatu tulisan
Menghafal minimal 1 juz al-Qur’an
Sungguh-sungguh belajar bahasa Arab
Itulah beberapa point yang senantiasa harus kita upayakan sebagai langkah awal membangun kekuatan pribadi. Sesungguhnya ketika kita ingin menda’wahkan indahnya Islam, maka usahakanlah nilai-nilai Islam dapat terinternalisasi pada setiap da’i/da’iyyah.
Berikutnya, kita juga akan mengamalkan budaya yang baik dan meninggalkan atau meminimalisir budaya yang buruk, baik pada tataran individu maupun jama’ah (lembaga), diantaranya adalah:
Mari kita budayakan on time & tinggalkan budaya ngaret / tidak tepat waktu
Mari kita menjadi generasi pembelajar (Generasi Robbani), menuntut ilmu itu dari buaian hingga ke liang lahat
Jadilah pribadi-pribadi yang IKHLAS, setiap amal bergantung kepada niatnya (H.R Bukhori-Muslim)
Bersikap ramah, sopan, santun, murah senyum, baik hati, rajin menabung, dan tidak sombong adalah bagian dari akhlakul karimah, mari kita amalkan
Bersikaplah JUJUR dan KOMITMEN terhadap janji
Pada tataran lembaga, cobalah untuk menjalankan kesepakatan yang telah disepakati bersama. Aturan dibuat bukan untuk dilanggar akan tetapi ia ada untuk kemaslahatan bersama dan supaya terjadi keteraturan. Selain itu, upayakanlah LDK memiliki data yang rapih, seperti data pengurus, anggota, alumni, tokoh, pembicara, sponsor atau donatur. Bangun terus akses / networking dengan berbagai pihak yang mendukung terhadap da’wah kita, kuncinya adalah jangan sungkan untuk ber-SILATURAHIM.
Keuangan/dana juga menjadi faktor pendukung kesuksesan da’wah. Dari awal, coba kita lakukan perencanaan keuangan organisasi; berapa dana yang ada di kas, berapa dana yang dibutuhkan untuk berbagai program da’wah, dari mana sumber dana, lakukan pencatatan keuangan dengan baik, rencanakan juga program investasi pada usaha-usaha yang produktif agar kas tidak diam tetapi berputar dan mudah-mudahan menghasilkan profit, serta siapa yang akan melakukannya.
Agenda berikutnya yang tak kalah penting adalah Dakwah Fardiyyah (dakwah secara personal). Da’wah fardiyyah menjadi urgent karena di masa awal-awal da’wah Rasulullah Saw dan para sahabatnya da’wah fardiyyah lah yang mereka giatkan. Dari satu menjadi dua, dari dua menjadi tiga, dan seterusnya. Oleh karena itu, setelah kita tahu ilmunya, bersama kita bicarakan strateginya lalu kita aplikasikan. Kita akan coba setiap satu orang kader merekrut satu anggota baru dalam kurun DUA BULAN, jangan lupa evaluasi setelah dua bulan mendatang. Aspek penting dalam da’wah fardiyyah yang mesti kita perhatikan adalah jagalah hubungan selalu dengan objek da’wah kita (mad’u), lakukan pendekatan dengan baik, ajak makan, telepon, sms, atau sekedar menanyakan kabarnya. Selain itu jagalah selalu hubungan dengan Dzat yang memberikan hidayah yaitu Allah Swt penguasa langit dan bumi. Dengan demikian mudah-mudahan Allah membukakan hati objek da’wah kita sehingga dapat turut dalam barisan da’wah ini, Insya Allah.
Demikianlah beberapa agenda LDK sebagai bentuk kontribusi kita terhadap da’wah ini. Jadilah pemain ! janganlah kita terus menerus menjadi penonton atau komentator, walaupun sekali-kali kita perlu menjadi penonton atau komentator.
Semoga Allah Swt senantiasa menjaga keistiqomahan kita di jalan da’wah ini, sehingga kita diridhoi oleh-Nya dan dipertemukan kembali di dalam syurga-Nya yang penuh dengan keni’matan. Amiin ya Allah ya Rabbal ‘alamien.
Hadanallahu wa iyyakum ajma’in. Wallahu ‘alam bi ash-Showab.
Sumber: www.alintisyar.wordpress.com