Assalammu ‘alaikum Warahmatullahi Wabarakatuhu.

Untuk mengisi sebagian aktifitas kita dan dalam rangka silaturrahim, FOKUS 04 mengundang teman-teman untuk hadir dalam ifthor jama’i, yang insyaallah akan dilaksanakan, pada:

Hari/tanggal : Selasa, 23 September 2008

Tempat : Bakso Tasik Air Mancur – BOGOR

Jam : 17.00 wibb s/d selesai

Sebagaimana yang telah dijarkom sebelumnya, atas kesediaan dan kehadirannya kami ucapkan terima kasih.

Wassalammu ‘alaikum Warahmatullahi Wabarakatuhu.

Pj Infokom

Ya Allah!

Semua yang ada di langit dan di bumi selalu meminta kepada-Nya. Setiap waktu Dia dalam kesibukan

(QS. Ar-RAhman:20)

Ketika laut bergemuruh, ombak menggunung, dan angin bertiup kencang menerjang, semua penumpang kapal akan panik dan menyeru: ”Ya Allah!”

Ketika seseorang tersesat di tengah gurun pasir, kendaraan menyimpang jauh dari jalurnya, dan para kafilah bingung menentukan arah perjalanannya, mereka akan menyeru: “Ya Allah!”

Ketika semua cara tak mampu menyelesaikan, setiap jalan terasa menyempit, harapan terputus, dan semua jalan pintas membuntu, mereka pun menyeru: “Ya Allah!”

Ketika bumi terasa menyempit, dikarenakan himpitan persoalan hidup, dan jiwa terasa tertekan oleh beban berat kehidupan yang harus Anda pikul, menyerulah: “Ya Allah!”

Kuingat Engkau saat alam begitu gelap gulita,

Dan wajah zaman berlumuran debu hitam

Kusebut Nama-Mu dengan lantang disaat fajar menjelang,

Dan fajar pun merekah seraya menebar senyuman indah

Setiap ucapan baik, doa yang tulus, rintihan yang jujur, air mata yang menetes penuh keikhlasan, dan semua keluhan yang menggundahgulanakan hati adalah hanya pantas ditujukan ke hadirat-Nya.

Setiap dini hari menjelang, tengadahkan kedua telapak tangan, julurkan lengan penuh harap, dan arahkan terus tatapan matamu kerah-Nya untuk memohon pertolongan!

Ketika lidah bergerak, tak lain hanya untuk menyebut, mengingat dan berdzikir dengan nama-Nya. Dengan begitu hati akan tenang, jiwa akan damai, syaraf tak lagi menegang, dan iman kembali berkobar-kobar.

Demikianlah, dengan selalu menyebut nama-Nya, keyakinan akan semakin kokoh. Karena,

Allah Maha Lembut terhadap hamba-hamba-Nya (Qs. Asy-Syura: 19)

Betapapun kulukiskan keagungan-Mu dengan deretan huruf,

Kekuasaan-Mu tetap meliputi semua arwah

Engkau tetap yang maha Agung,

sedang semua makna, akan lebur mencair, ditengah keagungan-Mu,

Wahai Rabbku!

(sumber: La Tahzan, DR. ‘Aidh al-Qarni)

Oleh: Arif Apriansyah

Lembaga Dakwah Kampus Al-Intisyar UIKA

Menyerukan al-islam Demi Allah Semata

Al-Qur’an dan as-Sunnah Menjadi panduan

Berfikir dan Bergerak Tuntaskan Perubahan

Ayyuhal Ikhwah Fillah Jalinkan Ukhuwah

Sabar dan Istiqomah Meniti Jalan Dakwah

Kuatkanlah Barisan Jangan Berpecah Belah

Kuntum Khoiru Ummah

(Mars LDK Al-Intisyar)

 

Keberadaan kita di LDK Al-Intisyar UIKA Bogor merupakan bagian dari keikutsertaan kita dalam mengusung kembali peradaban Islam. Peradaban yang akan membawa umat pada keamanan, ketenteraman, kebahagiaan, keadilan, dan kesejahteraan. Secara mikro kita bergerak di kampus, sehingga harus terus-menerus diupayakan suatu amal yang realistis dalam mendukung terwujudnya kampus yang berperadaban. Ini kerja besar wahai saudaraku !!! Kerja Besar Untuk Perubahan Besar. Kerja besar yang akan mendatangkan profit yang luar biasa kepada mereka yang turut serta di dalam nya. Lalu, dari mana kita harus memulainya ?

Dalam konteks ke LDK-an, kita akan mulai terlebih dahulu membangun SDM yang ada di dalamnya. SDM yang walaupun sedikit tapi berkualitas. Untuk mewujudkannya perlu adanya dukungan dari orang-orang yang ada di dalam nya (Pengurus, kader, dan alumni) dengan merealisasikan hal-hal berikut ini:

Meningkatkan Ruhiyah dengan:

Sholat berjamaa’ah di masjid minimal sholat Shubuh.

Qiyamullail minimal seminggu tiga kali

Banyak tilawah al-Qur’an minimal satu hari 4 halaman al-Qur’an

Men dawam kan Istigfar dan shalawat

Shaum Sunnah senin kamis minimal satu bulan sekali

Men dawamkan Sholat Dhuha

Banyak berdo’a untuk kebaikan dirinya dan orang lain

Meningkatkan Jasadiyah dengan:

Membiasakan olahraga minimal satu minggu sekali

Membiasakan diri untuk menjauhi rokok dan kopi serta mendukung terwujudnya kampus yang bebas rokok

Membiasakan mandi dua kali sehari

Makan yang teratur serta bergizi

Mengikuti program bela diri atau melatih secara mandiri kemampuan bela diri.

Meningkatkan Fikriyah dengan:

Membaca buku ( satu bulan satu buku minimal)

Mengikuti program pembinaan wajib mingguan (Liqo, Halaqoh, Mentoring, TN/TR)

Rajin berdiskusi

Mengikuti seminar, training, work shop, dan lain sebagainya.

Membiasakan diri untuk menulis suatu tulisan

Menghafal minimal 1 juz al-Qur’an

Sungguh-sungguh belajar bahasa Arab

Itulah beberapa point yang senantiasa harus kita upayakan sebagai langkah awal membangun kekuatan pribadi. Sesungguhnya ketika kita ingin menda’wahkan indahnya Islam, maka usahakanlah nilai-nilai Islam dapat terinternalisasi pada setiap da’i/da’iyyah.

Berikutnya, kita juga akan mengamalkan budaya yang baik dan meninggalkan atau meminimalisir budaya yang buruk, baik pada tataran individu maupun jama’ah (lembaga), diantaranya adalah:

Mari kita budayakan on time & tinggalkan budaya ngaret / tidak tepat waktu

Mari kita menjadi generasi pembelajar (Generasi Robbani), menuntut ilmu itu dari buaian hingga ke liang lahat

Jadilah pribadi-pribadi yang IKHLAS, setiap amal bergantung kepada niatnya (H.R Bukhori-Muslim)

Bersikap ramah, sopan, santun, murah senyum, baik hati, rajin menabung, dan tidak sombong adalah bagian dari akhlakul karimah, mari kita amalkan

Bersikaplah JUJUR dan KOMITMEN terhadap janji

Pada tataran lembaga, cobalah untuk menjalankan kesepakatan yang telah disepakati bersama. Aturan dibuat bukan untuk dilanggar akan tetapi ia ada untuk kemaslahatan bersama dan supaya terjadi keteraturan. Selain itu, upayakanlah LDK memiliki data yang rapih, seperti data pengurus, anggota, alumni, tokoh, pembicara, sponsor atau donatur. Bangun terus akses / networking dengan berbagai pihak yang mendukung terhadap da’wah kita, kuncinya adalah jangan sungkan untuk ber-SILATURAHIM.

Keuangan/dana juga menjadi faktor pendukung kesuksesan da’wah. Dari awal, coba kita lakukan perencanaan keuangan organisasi; berapa dana yang ada di kas, berapa dana yang dibutuhkan untuk berbagai program da’wah, dari mana sumber dana, lakukan pencatatan keuangan dengan baik, rencanakan juga program investasi pada usaha-usaha yang produktif agar kas tidak diam tetapi berputar dan mudah-mudahan menghasilkan profit, serta siapa yang akan melakukannya.

Agenda berikutnya yang tak kalah penting adalah Dakwah Fardiyyah (dakwah secara personal). Da’wah fardiyyah menjadi urgent karena di masa awal-awal da’wah Rasulullah Saw dan para sahabatnya da’wah fardiyyah lah yang mereka giatkan. Dari satu menjadi dua, dari dua menjadi tiga, dan seterusnya. Oleh karena itu, setelah kita tahu ilmunya, bersama kita bicarakan strateginya lalu kita aplikasikan. Kita akan coba setiap satu orang kader merekrut satu anggota baru dalam kurun DUA BULAN, jangan lupa evaluasi setelah dua bulan mendatang. Aspek penting dalam da’wah fardiyyah yang mesti kita perhatikan adalah jagalah hubungan selalu dengan objek da’wah kita (mad’u), lakukan pendekatan dengan baik, ajak makan, telepon, sms, atau sekedar menanyakan kabarnya. Selain itu jagalah selalu hubungan dengan Dzat yang memberikan hidayah yaitu Allah Swt penguasa langit dan bumi. Dengan demikian mudah-mudahan Allah membukakan hati objek da’wah kita sehingga dapat turut dalam barisan da’wah ini, Insya Allah.

Demikianlah beberapa agenda LDK sebagai bentuk kontribusi kita terhadap da’wah ini. Jadilah pemain ! janganlah kita terus menerus menjadi penonton atau komentator, walaupun sekali-kali kita perlu menjadi penonton atau komentator.

Semoga Allah Swt senantiasa menjaga keistiqomahan kita di jalan da’wah ini, sehingga kita diridhoi oleh-Nya dan dipertemukan kembali di dalam syurga-Nya yang penuh dengan keni’matan. Amiin ya Allah ya Rabbal ‘alamien.

Hadanallahu wa iyyakum ajma’in. Wallahu ‘alam bi ash-Showab.

Sumber: www.alintisyar.wordpress.com

“Akhi… ana seneng deh kalau antum yang baca al-Qur’an, rasanya hati tuh tenang banget.” kata seseorang kepada temannya.

 

Ada orang yang mengatakan saat-saat paling bahagia adalah saat-saat ia membaca dan atau mendengarkan al-Qur’an. Hal ini bisa saja terjadi dan tidaklah ia berlebihan. Bersyukur deh bagi kita yang sudah dapat merasakan ketenangan saat membaca dan atau mendengarkan al-Qur’an. Sebaliknya banyakin istigfar kalau kita tidak merasakan apa-apa saat al-Qur’an dibaca atau dibacakan. Barangkali dosa-dosa kita lah yang sudah menutupi hati-hati kita sehingga kita tidak merasakan manfaat al-Qur’an.

 

Apa coba yang menyebabkan Umar bin Khottob masuk Islam, ya… hidayah Allah khan. Ia (Umar bin Khottob) terenyuh hatinya saat ia mendengarkan sebagian isi kitabullah (surat thoha: 1-5). Umar pun sempat menitikkan air matanya dan menyatakan kekagumannya.

 

Rasulullah Saw bersabda, “Barang siapa membaca satu ayat dari kitabullah, maka ia memperoleh sepuluh kebaikan untuk setiap huruf. Barang siapa yang mendengarkannya, maka itu akan menjadi cahaya baginya pada hari kiamat.”

 

 

Hendaklah kita membaca al-Qur’an secara rutin, meskipun sedikit. Umar bin Abdul Aziz apabila disibukkan oleh urusan kaum muslimin, beliau mengambil mushaf dan membacanya walaupun hanya dua atau tiga ayat. Beliau berkata, “Agar saya tidak termasuk mereka yang menjadikan al-Qur’an sebagai sesuatu yang ditinggalkan.”

 

Hendaklah kita juga memperhatikan adab-adab membacanya dan ketika mendengarkan kita pun harus memperhatikan adab-adabnya, cobalah kita berusaha merenungkan dan meresapinya.

 

“Bila engkau ingin mengambil manfaat dari al-Qur’an, maka hadirkanlah kalbumu saat tilawah (membaca) dan mendengarnya. Perhatikanlah dan berkonsentrasilah seperti berkonsentrasinya orang yang diseru dengan al-Qur’an oleh orang yang langsung diajak bicara oleh Allah ‘azza wa jalla, karena al-Qur’an adalah seruan Allah kepadamu melalui lidah Rasul-Nya.” (al-fawaaid, Ibnu Qoyyim al-Jauziyah)

 

Usahakan pula kita menyediakan waktu untuk menghafal dan mengulang (muroja’ah). Usahakan agar kita benar-benar meresapi kandungan makna al-Qur’an. Sudah berapa banyak ayat-ayat Qur’an yang kita hafal sampai dengan hari ini ?

 

Ya Allah… jadikanlah kami hamba-hamba-Mu yang cinta kepada Al-Qur’an dan berikanlah kepada kami keindahan hidup di bawah naungan al-Qur’an.

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!